“. Lalu aku bertanya kepada Qotadah: “Siapa yang membuat tanda Muhammad Rasulullah?” Jawabnya: “Anas”. (HR. Bukhari: 63)
Category: shahih
Hadits Bukhari No. 62
telah mengutus seseorang dengan membawa surat dan memerintahkan kepadanya untuk memberikan surat tersebut kepada Pemimpin Bahrain. Lalu Pemimpin Bahrain itu memberikannya kepada Kisra. Tatkala dibaca, surat itu… Read more “Hadits Bukhari No. 62”
Hadits Bukhari No. 61
“Siapa diantara kalian yang bernama Muhammad?” Pada saat itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersandaran di tengah para sahabat, lalu kami menjawab: “orang Ini, yang berkulit putih yang… Read more “Hadits Bukhari No. 61”
Hadits Bukhari No. 60
“Sesungguhnya diantara pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu adalah perumpamaan bagi seorang muslim”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Katakanlah padaku, pohon apakah itu?”… Read more “Hadits Bukhari No. 60”
Hadits Bukhari No. 59
“Sesungguhnya diantara pohon ada suatu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu adalah perumpamaan bagi seorang muslim”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Katakanlah kepadaku, pohon apakah itu?”… Read more “Hadits Bukhari No. 59”
Hadits Bukhari No. 58
“celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka.” Beliau serukan hingga dua atau tiga kali. (HR. Bukhari: 58)
Hadits Bukhari No. 57
“Kapan datangnya hari kiamat?” Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; “beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai… Read more “Hadits Bukhari No. 57”
Hadits Bukhari No. 56
“Wajib atas kalian bertakwa kepada Allah satu-satunya dan tidak menyekutukannya, dan dengan penuh ketundukan dan ketenangan sampai datang pemimpin pengganti, dan sekarang datang penggantinya, ” kemudian dia… Read more “Hadits Bukhari No. 56”
Hadits Bukhari No. 55
“Aku telah membai’at Rasulullah untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasehati kepada setiap muslim”. (HR. Bukhari: 55)
Hadits Bukhari No. 54
“Sesungguhnya, tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah yang dimaksudkan mengharap wajah Allah kecuali kamu akan diberi pahala termasuk sesuatu yang kamu suapkan ke mulut istrimu”. (HR. Bukhari: 54)