“Tinggalkanlah dia, karena sesungguhnya malu adalah bagian dari iman”. (HR. Bukhari: 23)
Category: shahih
Hadits Bukhari No. 22
“Ketika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai kepada buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan… Read more “Hadits Bukhari No. 22”
Hadits Bukhari No. 21
“Ahlu surga telah masuk ke surga dan Ahlu neraka telah masuk neraka. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Keluarkan dari neraka siapa yang didalam hatinya ada iman sebesar biji… Read more “Hadits Bukhari No. 21”
Hadits Bukhari No. 19
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila memerintahkan kepada para sahabat, Beliau memerintahkan untuk melakukan amalan yang mampu mereka kerjakan, kemudian para sahabat berkata; “Kami tidaklah seperti engkau, ya… Read more “Hadits Bukhari No. 19”
Hadits Bukhari No. 18
“Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya… Read more “Hadits Bukhari No. 18”
Hadits Bukhari No. 17
“Berbai’atlah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak membuat kebohongan yang kalian ada-adakan antara tangan dan… Read more “Hadits Bukhari No. 17”
Hadits Bukhari No. 16
Mencintai Anshar “Tanda iman adalah mencintai (kaum) Anshar dan tanda nifaq adalah membenci (kaum) Anshar”. (HR. Bukhari: 16) –
Hadits Bukhari No. 15
Manisnya Iman “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai… Read more “Hadits Bukhari No. 15”
Hadits Bukhari No. 14
Mencintai Rasulullah “Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari: 14)
Hadits Bukhari No. 13
Mencintai Rasulullah “Maka demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya dan anaknya”. (HR. Bukhari: 13)